Sabtu, 21 Mei 2011

PDO 2nd Day: Packed Schedule

Hari kedua PDO dijamin bakal panjang dan sibuk buat kami, 7-11 serta Kansasers. 
Pukul tujuh pagi, perwakilan RS. Omni sudah datang untuk medical check up dan suntik MMR. Medical Check Up meliputi: pemeriksaan berat badan, tinggi badan, tekanan darah, kesehatan mata, tes urin, rontgen, dan pemeriksaan oleh dokter -saya kurang jelas juga sama yang terakhir ini.
Acho dan Dewi check up duluan biar bisa ke kedutaan untuk memastikan janji wawancara. Begitu selesai suntik MMR yang penuh dengan drama *halah, kami lalu berangkat ke kedutaan. Jarak dari hotel ke kedutaan tidak begitu jauh, sekitar 10 menit perjalanan.
Begitu sampai, di luar perkiraan, kedutaannya sepiiii banget. Sepertinya cuma di-booking buat 7-11 dan Kansasers. Hehe. 
Setelah sholat dzuhur, tibalah saatnya masuk ke kedutaan. Sekarang saya pikir saya harus menyensor beberapa cerita di dalam US Embassy. Intinya, it was one nerve wrecking moment. 
*
Kamu tau kartu kuning kan? Iya, yang biasa dikeluarkan wasit kalau dalam pertandingan sepakbola ada yang melakukan pelanggaran. Tapi saya janji tidak akan membahas sepakbola di sini. Ini mengenai wawancara visa, dan betapa was-wasnya kami semua terhadap kartu kuning. Benar, wawancara visa juga pake kartu kuning segala. Jadi, begitu selesai wawancara visa, kamu akan dapat kartu putih berisi tanggal pengambilan visa, atau... kartu kuning.
Kartu kuning berarti data kamu harus diverifikasi lagi karena interviewer merasa waktu wawancara belum cukup bagi mereka. Yang beruntung mendapatkan kartu sakti ini di SEVEN ELEVEN adalah De Ipan.
Tapi setelah dipikir-pikir, kartu kuning bukanlah akhir dari segalanya. Kita positif thinking saja bahwa interviewernya ngefans sama De Ipan, jadi pengen verifikasi lebih. Hehe.
*
Letak US Embassy tepat berseberangan dengan Monas, yang begitu kami keluar, Monas sudah manggil-manggil dari kejauhan buat dikunjungi. Beakhirlah kami sore itu di Monas, mengambil beberapa foto, dan late-lunch di warung stasiun Gambir.
Belum mau balik hotel, Acho yang memang kayaknya hobi jalan kaki, mengajak kami jalan kaki ke Istiqlal. Saya ulang: jalan kaki ke Istiqlal. Jadilah sisa sore ini kami habiskan dengan jalan kaki, sebelum sholat dan rapat di Istiqlal.
Ini hari yang panjang dan melelahkan, tapi hari ini belum selesai buat SEVEN ELEVEN.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar