Kamis, 09 Juni 2011

De Ipan's Here!

Sebenarnya ada yang hilang dari 7-11 selama semingguan kemarin. Sesuatu itu cukup mencolok untuk bisa dirasakan ketiadaannya. Gimana tidak kerasa saudarra-saudara, yang hilang adalah adek kami semua yang paling gede badannya: De Ipan Abdulrahman. Iya, ini masih terkait kasus visa kemarin.
Tapi Alhamdulillah, hari Ahad yang lalu, De Ipan mendarat di Des Moines dengan selamat, tak kurang suatu apapun. Hehe. Kita mesti salut sama si bungsu ini, soalnya kita aja yang berangkatnya kayak jemaah haji masih suka bingung gate tiap penerbangan, eh malah dia berangkat sendirian sehat walafiat tibanya.
Anyway, kita sebenarnya sudah menyiapkan semacam kejutan sebelum kedatangan De Ipan (Minggu malam pukul 11), tapi sayang sekali karena keasikan main Pictionary, kami jadi kelupaan susun rencana dan Emak bersama De Ipan nongol duluan :D
Setelah kedatangan De Ipan, hidup kami ceria kembali, karena kami kembali menjadi the proud and powerful SEVEN ELEVEN!

Kamis, 02 Juni 2011

We're Here!

Guys, it is so hard for me and for all of us to keep updating about our news -and who exactly anticipated it? But i tried to keep you updated.
Kita sudah sampai nih di AMES! Setelah melalui perjalanan melelahkan yang panjang dengan rute: Singapura, Hongkong, Chicago, Des Moines... sampailah kita dengan van Iowa State University yang dikemudi Ms Xiong di AMES.
Sangat hijau dan cantik di sini. Tenang dan damai. Semua penduduk Ames tersenyum padamu dan kamu akan merasa seperti di rumah.
Kami mendapat tiga apartments untuk kami tempati di Schilletter University Village, Edinburgh Drive Ames : apartment 17, 18 dan 19. Tiap apartment punya empat suite. Satu suite dihuni dua sampai tiga orang. Apartemennya sudah sangat lengkap, bahkan mungkin melebihi kelengkapan rumah admin sendiri :P
Selama satu minggu ke depan, kami akan sangat sibuk mengikuti banyak sekali test sebelum mengikuti kelas. Akan jadi minggu yang sibuk sekali bagi kami (lagi). Mohon doanya.


Cheers,

Admin

Rabu, 01 Juni 2011

PDO 3rd Day: It's Show Time!

Inilah hari yang ditunggu-tunggu semua umat IELSP Cohort 9 yang berada di hotel New Idola, PDO day. PDO day akan menjadi satu kegiatan yang sangat informatif buat kami semua. Sangat informatif sampai kalau mau ke kamar kecil, kamu harus pikir-pikir dulu -kamu bisa ketinggalan informasi yang penting.
PDO dimulai sekitar pukul 9 pagi hari sampai pukul 7 malam hari. Saya tidak akan menjelaskan secara rinci tentang materi apa saja yang ada di PDO, karena kamu harus melaluinya sendiri. Satu hal: PDO adalah saat yang paling menyenangkan selama tiga hari di Jakarta ini.
Di akhir PDO, tibalah saatnya menampilkan yel-yel yang kami ciptakan semalam. Dengan sedikit canggung, dan lebih banyak pede -cenderung ke tak peduli malu :P, tampillah kami di depan teman-teman Kansasers dan para Angels (Angels adalah staff IIEF yang keren abis: Mba Fenty, Mba Cici, Mba Vivi, dan Mba Vera).
Respon mereka bagus sekali, sampai kami rasanya mau nyanyi sekali lagi. Tapi waktu sudah habis, ruang seminar sudah harus segera ditutup, setelah itu PDO resmi selesai.
Cheer dengan tap water

Admin

Sabtu, 21 Mei 2011

PDO 2nd Day: Give me W!

Malam semakin larut, kaki masih pegal sehabis jalan, capek badan dan pikiran, yet we have one important meeting for tomorrow.
Meeting malam ini berlangsung di kamar sang ketua yang lumayan luas. Kami harus merancang yel-yel buat ditampilkan di PDO besok. Jadi, visa briefing, medical check up, MMR, visa interview semua merupakan rangkaian PDO, agenda utamanya sendiri (the real Pre Departure Orientation) baru akan berlangsung besok mulai jam 8 pagi sampai jam 5 sore.
Untuk yel-yel, Acho menyarankan menggunakan irama dari theme song World Cup, K'naan Wavin Flag. Beni, De Ipan, Nova, Agus, Aan, Icha, Habbul, Eni, Ima mengerjakan lirik lagunya secara keroyokan. Entah karena kompak atau akibat ngantuk, liriknya cepat juga selesainya.
Kurang lebih begini bunyinya (Pake nada Wavin' Flag ya):
"We are Iowers
Always together
We are on fire
to be the great fighters."
Lirik selesai, sekarang bagian tersulit saudara-saudara: koreografi!
Bisa dibayangkan koreografi akan banyak menguras tenaga dan tawa. Apalagi dengan insiden "Give me W!" ala Aan :D
Kami kembali ke kamar masing-masing mendekati tengah malam, dengan energi yang benar-benar terkuras. Tapi siapa yang tahu, satu masterpiece yel-yel telah lahir malam ini dari kekompakan Seven Eleven. 
Iowers: amazing, fantastic, wonderful, ayeey!
 

PDO 2nd Day: Packed Schedule

Hari kedua PDO dijamin bakal panjang dan sibuk buat kami, 7-11 serta Kansasers. 
Pukul tujuh pagi, perwakilan RS. Omni sudah datang untuk medical check up dan suntik MMR. Medical Check Up meliputi: pemeriksaan berat badan, tinggi badan, tekanan darah, kesehatan mata, tes urin, rontgen, dan pemeriksaan oleh dokter -saya kurang jelas juga sama yang terakhir ini.
Acho dan Dewi check up duluan biar bisa ke kedutaan untuk memastikan janji wawancara. Begitu selesai suntik MMR yang penuh dengan drama *halah, kami lalu berangkat ke kedutaan. Jarak dari hotel ke kedutaan tidak begitu jauh, sekitar 10 menit perjalanan.
Begitu sampai, di luar perkiraan, kedutaannya sepiiii banget. Sepertinya cuma di-booking buat 7-11 dan Kansasers. Hehe. 
Setelah sholat dzuhur, tibalah saatnya masuk ke kedutaan. Sekarang saya pikir saya harus menyensor beberapa cerita di dalam US Embassy. Intinya, it was one nerve wrecking moment. 
*
Kamu tau kartu kuning kan? Iya, yang biasa dikeluarkan wasit kalau dalam pertandingan sepakbola ada yang melakukan pelanggaran. Tapi saya janji tidak akan membahas sepakbola di sini. Ini mengenai wawancara visa, dan betapa was-wasnya kami semua terhadap kartu kuning. Benar, wawancara visa juga pake kartu kuning segala. Jadi, begitu selesai wawancara visa, kamu akan dapat kartu putih berisi tanggal pengambilan visa, atau... kartu kuning.
Kartu kuning berarti data kamu harus diverifikasi lagi karena interviewer merasa waktu wawancara belum cukup bagi mereka. Yang beruntung mendapatkan kartu sakti ini di SEVEN ELEVEN adalah De Ipan.
Tapi setelah dipikir-pikir, kartu kuning bukanlah akhir dari segalanya. Kita positif thinking saja bahwa interviewernya ngefans sama De Ipan, jadi pengen verifikasi lebih. Hehe.
*
Letak US Embassy tepat berseberangan dengan Monas, yang begitu kami keluar, Monas sudah manggil-manggil dari kejauhan buat dikunjungi. Beakhirlah kami sore itu di Monas, mengambil beberapa foto, dan late-lunch di warung stasiun Gambir.
Belum mau balik hotel, Acho yang memang kayaknya hobi jalan kaki, mengajak kami jalan kaki ke Istiqlal. Saya ulang: jalan kaki ke Istiqlal. Jadilah sisa sore ini kami habiskan dengan jalan kaki, sebelum sholat dan rapat di Istiqlal.
Ini hari yang panjang dan melelahkan, tapi hari ini belum selesai buat SEVEN ELEVEN.


Jumat, 20 Mei 2011

PDO 1st Day: Toko Kelontong

Nah, sekarang, izinkanlah saya memperkenalkan tujuh lelaki, dan sebelas perempuan di Iowa. Alias Seven Eleven.
Ide nama grup yang seakan-akan mengadaptasi Convenience Store dari Amerika ini bukan karena tiba-tiba seseorang melihat kami dan berkata : "Wah cowoknya ada tujuh, cewek ada sebelas, Seven Eleven!" Bukan saudara-saudara, sama sekali tidak begitu ceritanya.
Nama Seven Eleven didapatkan dengan susah payah, cucuran keringat, kaki pegal-pegal... Terimakasih pada Acho yang mengajak teman-teman jalan kaki sehabis makan malam sejauh kurang lebih tiga kilometer. Saat itu kami melihat toko kelontong amerika itu dari kejauhan dan mulailah kepikiran: Aha! Kita SEVEN ELEVEN!
Sekarang dan seterusnya, kami menggunakan nama itu untuk menyebut diri kami. We're proud to be SEVEN ELEVEN!

PDO 1st Day: Kamu Dari Mana?

24 April 2011 menjadi salah satu hari bersejarah buat tiga puluh enam pemuda di salah satu sudut Jakarta Timur. Sebulan lalu mereka dikabari bahwa mereka akan menjadi grantees IELSP Cohort 9, dan hari itu untuk pertama kali mereka akan bertemu untuk pelaksanaan PDO (Pre Departure Orientation) selama 3 hari.
Waktu saya masuk ke lobi hotel New Idola, sesadar-sadarnya saya tau bahwa pertemuan pertama akan jadi sangat kaku buat kami. Tapi, saya salah besar. Masih beberapa jam sejak saling kenal, kami mulai akrab satu sama lain. Rupanya metode SKSD sangat bermanfaat di sini. Tapi di atas segalanya, pertemuan pertama berjalan lancar dengan masing-masing saling tanya berkali-kali:
kamu dari mana?
kamu dari mana tadi?
lha kalo kamu?
*
Agenda Pre Departure Orientation yang pertama adalah Visa Briefing yang dibawakan langsung oleh Mba Fenty. Mba Fenty mengelompokkan kami ke dalam dua barisan sesuai state kami nantinya: Kansas, dan Iowa!
Ini adalah kali pertama kelompok Iowa benar-benar berkumpul! Ada satu momentum yang cukup penting terjadi di sini: terpilihnya ketua kelompok Iowa, yaitu Handriyadi alias Acho. Serta terpilihnya sang wakil: Fadilatul Laela Insan alias Fadil.
Pemilihan ketua ngga ribet-ribet amat, karena entah kenapa kami sudah kompak soal siapa yang punya kepemimpinan terbaik. Atau mungkin, kehebohan terbaik. (Peace, Acho). Yang jelas, bagi saya ini adalah kekompakan pertama kami. :)
Cheers,

Admin